7 Negara Ramah untuk Belajar Bahasa Inggris dari Nol

Bagikan:
7 Negara Ramah untuk Belajar Bahasa Inggris dari Nol

Kuliah ke luar negeri nggak selalu butuh English yang sempurna yang penting bisa dipakai. Di beberapa negara, kamu justru belajar bahasa Inggris dari kehidupan sehari-hari: ngobrol sama orang lokal, diskusi ringan di kelas, sampai urusan simpel kayak beli makan. Lingkungannya suportif, aksennya lebih mudah dipahami, dan kesalahan dianggap wajar. 


Berikut adalah pilihan realistis buat kamu yang ingin membangun kepercayaan diri sebelum menjelajah dunia:


- Filipina The Pearl of the Orient Seas (Mutiara Laut Orient)
Logat: Neutral Asian English
Relatif pelan dan jelas, minim slang (frasa atau kata informal) berat. Listening-friendly banget buat pemula. Filipina dikenal sebagai opsi paling “masuk akal” buat kantong pelajar Asia. Penggunaan bahasa Inggris sangat luas di pendidikan dan keseharian.
Kenapa cocok buat pemula?Sistem belajarnya intensif dengan aksen mirip American English tapi lebih pelan, sehingga mudah ditangkap telinga pemula, dengan rata-rata biaya hidup:± ₱23.000 – ₱40.000/bulan (± Rp6.500.000 – Rp11.400.000)


- Malaysia Truly Asia (Asia yang Sebenarnya)
Logat: Southeast Asian English
Berbasis British English, mudah dipahami dan familiar buat pelajar Asia.English digunakan luas di pendidikan tinggi, dunia kerja, dan lingkungan profesional.
Kenapa cocok buat pemula?Jadi jembatan aman sebelum ke negara Barat—adaptasi bahasa dan budaya terasa lebih smooth, dengan rata-rata biaya hidup:± MYR 1.500–2.500/bulan (± Rp5.400.000 – Rp9.000.000)


- Malta The Heart of the Mediterranean (Jantung Mediterania)
Logat: Mediterranean English
Cenderung clear dan netral, dipengaruhi British English tapi lebih santai. Karena banyak international student, orang lokal terbiasa menyesuaikan tempo bicara. Selain pemandangan laut yang juara, Malta adalah destinasi belajar English populer di Eropa. Sebagai bekas koloni Inggris, bahasa Inggris menjadi bahasa resmi dan digunakan aktif di kampus maupun kehidupan sehari-hari.
Kenapa cocok buat pemula? Vibe-nya santai seperti liburan, jadi kamu nggak bakal stres walau lidah masih sering terpeleset saat ngobrol di kafe, dengan rata-rata biaya hidup:± €700–1.000/bulan (± Rp12.000.000 – Rp17.200.000)


- Kanada The Great White North (Utara Putih yang Besar)
Logat: North American English
Jelas, rapi, dan akademic-friendly. Pronunciation-nya termasuk paling mudah dipahami. Kanada dikenal inklusif terhadap international student dengan sistem pendidikan yang terstruktur.
Kenapa cocok buat pemula?English-nya langsung kepake buat kuliah, presentasi, dan diskusi tanpa harus menebak-nebak makna, dengan rata-rata biaya hidup:± CAD 1.000–1.500/bulan (± Rp11.600.000 – Rp17.400.000)


- Selandia Baru The Land of the Long White Cloud (Negeri Awan Putih Panjang)
Logat: Kiwi English
Turunan British English yang lebih soft dan santai. Tempo bicara tenang dan nggak agresif. Lingkungan belajarnya aman, rapi, dan nggak mengintimidasi—cocok buat fokus akademik sambil adaptasi bahasa.
Kenapa cocok buat pemula? Minim distraksi dan tekanan sosial, bikin belajar English pelan-pelan tapi konsisten, dengan rata-rata biaya hidup:± NZD 1.200–1.600/bulan (± Rp11.800.000 – Rp15.700.000)


- Belanda The Land of Tulips / The Land of Windmills
Logat: International English
Super jelas meski bukan native speaker. Hampir semua orang fasih English. Di kampus dan kehidupan sehari-hari, English jadi bahasa default untuk komunikasi internasional.
Kenapa cocok buat pemula? Kamu bisa latihan English intens tanpa harus berhadapan dengan aksen native yang berat,dengan rata-rata biaya hidup:± €800–1.200/bulan (± Rp13.800.000 – Rp20.600.000)


- Irlandia The Emerald Isle (Pulau Zamrud)
Logat: Irish English
Khas dan ekspresif. Awalnya terdengar cepat, tapi karena orang lokalnya komunikatif dan suka small talk, telinga cepat terbiasa. Irlandia punya budaya ngobrol yang kuat dari kampus sampai ruang publik. English dipakai santai dan aktif dalam keseharian.
Kenapa cocok buat pemula? Kamu “dipaksa” sering ngomong tanpa tekanan formal berlebihan, jadi confidence speaking naik lebih cepat, dengan rata-rata biaya hidup:± €900–1.300/bulan (± Rp15.500.000 – Rp22.400.000, tergantung kota)


Belajar bahasa Inggris untuk kuliah ke luar negeri nggak harus nunggu’’udah jago’’. Kuncinya ada di lingkungan yang bikin kamu terbiasa pakai English setiap hari tanpa takut salah. Negara-negara di atas menawarkan ekosistem belajar yang realistis dan ramah buat pemula langkah awal yang masuk akal sebelum terjun ke dunia global.