Banyak yang mikir kuliah doktoral di luar negeri itu soal berani daftar dan berkas lengkap. Padahal, yang diuji justru bukan nekatnya, tapi kesiapan riset. Arryman hadir bukan sekadar beasiswa, tapi cermin standar akademik yang sebenarnya. Di titik ini, IPK dan dokumen rapi cuma jadi pintu masuk yang bikin lanjut atau berhenti ada di cara berpikir dan arah intelektual.
Beasiswa Arryman adalah program yang dirancang untuk mendukung ilmuwan sosial Indonesia khususnya ekonom yang ingin menempuh studi doktoral (PhD/S3) di SOAS University of London. Beasiswa ini bukan untuk S1 maupun S2, melainkan secara spesifik ditujukan bagi calon peneliti dan akademisi pada jenjang doktoral.
Beasiswa Arryman hanya mendanai studi menuju gelar doktor (PhD / S3), dengan fokus bidang:
- Economics
- Economic Policy
- Development Economics
- International Development Studies
Artinya, Arryman bukan jalur “coba-coba kuliah ke luar negeri”, tapi jalur serius untuk membangun karier akademik dan riset jangka panjang.
Pelamar wajib:
- Warga Negara Indonesia
- Berusia maksimal 35 tahun saat pendaftaran
- Kriteria ini menargetkan kandidat yang berada pada fase awal menengah karier akademik, namun sudah cukup matang secara intelektual.
Pelamar harus:
- Memiliki gelar Sarjana (S1)
- IPK minimal 3.0 dari skala 4.0
Walaupun Arryman mendanai jenjang S3, pelamar tidak diwajibkan sudah memiliki gelar S2. Yang lebih dinilai adalah kapasitas akademik, kesiapan riset, dan arah penelitian. Salah satu syarat utama Arryman adalah:
- Pelamar memiliki komitmen kuat untuk kembali ke Indonesia
- Bersedia berkiprah sebagai akademisi atau peneliti penuh waktu setelah menyelesaikan PhD (S3)
Untuk mengikuti seleksi Arryman, pelamar wajib memenuhi salah satu standar berikut:
- IELTS Academic / UKVI / Indicator, Minimal overall 5.0, dengan 5.0 di setiap sub-skor
- PTE Academic, Minimal 50 overall, dengan 50 di setiap sub-skor
- TOEFL iBT, Minimal 87 overall, dengan minimal 20 di tiap sub-skor
Dokumen Aplikasi Wajib:
- Formulir aplikasi online
- Esai akademik atau publikasi profesional
- Dua surat rekomendasi
Pelamar yang dinyatakan lolos:
- Menandatangani perjanjian resmi dengan ISRSF
- Wajib memperoleh letter of admission resmi dari Department of Economics, SOAS University of London
- Dengan kata lain, beasiswa Arryman dan penerimaan PhD di SOAS adalah satu paket yang saling terkait.
Timeline
- Batas waktu pendaftaran: 31 Januari 2026
- Peninjauan Administratif: Februari 2026
- Wawancara: Maret 2026
- Pengumuman kandidat terpilih (melalui email): 31 Maret 2026
Kalau semua syarat di atas sudah aman, itu baru langkah masuk, bukan jaminan lolos. Arryman nggak cuma nyari pelamar yang rapi secara administrasi, tapi yang kelihatan siap main di level riset serius. Banyak yang gugur bukan karena kurang pintar, tapi karena belum paham standar seleksi yang sebenarnya. Nah, bagian ini ngebahas hal-hal penting yang sering luput, tapi justru krusial di penilaian.
1. Di level elite, tulisan kamu ngalahin IPK
Kampus top dan standar ala Arryman lebih peduli ke writing sample daripada IPK doang. Tulisan dipakai buat ngukur cara mikir, bukan sekadar kepatuhan akademik. Idealnya kirim karya terbaik yang sudah direvisi serius skripsi atau paper riset dengan argumen teori yang jelas, bukan cuma laporan data.
2. GRE itu bukan opsional kalau targetnya Amerika
Walaupun jalur Inggris (termasuk Arryman sekarang) nggak wajib GRE, kampus top AS masih banyak yang pakai tes ini sebagai filter awal. Tanpa GRE, opsi kampus elite langsung menyempit. Fokusnya bukan pamer skor, tapi buka pintu seleksi.
3. Topik lokal harus punya relevansi global
Riset berbasis konteks Indonesia justru kuat kalau disambungkan ke perdebatan teori yang lebih luas. Gaya Arryman menekankan riset yang tidak berhenti di deskripsi, tapi memberi kontribusi konseptual yang bisa dibaca lintas negara.
4. Proposal riset harus kelihatan matang dan siap diuji
Proposal yang kuat itu jelas arahnya, tahu posisi di literatur, dan paham apa yang mau ditawarkan secara akademik. Bukan soal panjang atau kompleks, tapi soal ketajaman dan konsistensi logika.
5. Surat rekomendasi harus personal dan berbasis proses
Rekomendasi yang bernilai datang dari pembimbing yang benar-benar mengenal proses riset kamu. Isinya bukan pujian umum, tapi cerita konkrit tentang cara berpikir, sikap akademik, dan perkembangan intelektual.
6. Arryman adalah standar kualitas, bukan tujuan geografis
Walaupun jalurnya saat ini berfokus ke Inggris, kualitas yang diminta Arryman mencerminkan ekspektasi akademik global. Kalau standar ini bisa kamu penuhi, berbagai jalur studi lanjutan jadi lebih terbuka.
7. Bangun identitas akademik, bukan sekadar profil pelamar
Di jalur ini, yang dicari bukan sekadar orang yang lolos seleksi, tapi individu dengan arah intelektual jelas. Begitu identitas akademik terbentuk, beasiswa dan peluang biasanya datang sebagai konsekuensi.
Arryman nunjukin bahwa yang dicari di jalur PhD bukan nama beasiswa, tapi kesiapan riset. Kalau kamu masih butuh arah dari ngerapihin ide riset, milih tulisan yang layak, sampai menyusun langkah PhD yang realistis proses ini nggak harus dijalani sendirian.
Membangun identitas akademik tidak harus dilakukan sendirian. StudEv siap mendampingimu menyusun langkah strategis menuju PhD, dari pembenahan writing sample hingga research alignment. Hubungi tim kami untuk konsultasi privat:
CS 1 : https://studev.id/CS_1_STUDEV
CS 3 : https://studev.id/CS_3_STUDEV