Panduan Lengkap Skor Minimal IELTS, TOEFL, dan Duolingo untuk Beasiswa Luar Negeri

Bagikan:
Panduan Lengkap Skor Minimal IELTS, TOEFL, dan Duolingo untuk Beasiswa Luar Negeri

Awal tahun dengan Banyaknya beasiswa internasional yang bukaan, tetapi banyak juga yang  gugur bukan karena CV jelek atau dokumen rekrutmen yang kurang niat, tapi karena satu hal klasik: skor bahasa Inggris belum nyampe. Di titik ini, biasanya banyak yang mulai bimbang karena terjebak overthinking saat memilih antara IELTS, TOEFL, atau Duolingo
Padahal, tiap beasiswa punya tingkat fleksibilitas dan standar skor yang berbeda, tergantung negara tujuan dan sistem pendidikannya.
Berikut perbandingan 6 beasiswa internasional populer dilihat dari syarat IELTS, TOEFL, dan Duolingo.

1. LPDP: Relatif Fleksibel, Tapi Tetap Ada Batas Aman
LPDP sering dianggap ramah pelamar Indonesia karena menerima banyak jenis tes bahasa.
Secara umum:
-IELTS Academic: minimal 6.5 (S2 luar negeri) dan 7.0 (S3)
-TOEFL iBT: sekitar 80–94 (tergantung jenjang & skema)
-TOEFL ITP: kisaran 500–530 tergantung skema
-Duolingo English Test: ≥ 95–100 (hanya skema tertentu)
LPDP masih tergolong realistis dikejar dari skor menengah, meski untuk kampus top skor aman biasanya lebih tinggi dari minimum.
2. Australia Awards Scholarship (AAS): Minimum Rendah, Seleksi Panjang
Australia Awards punya salah satu ambang batas IELTS terendah di antara beasiswa fully funded.
Rata-rata syarat:
-IELTS Academic: 6.0–6.5
-TOEFL iBT: 79–88
-TOEFL ITP: sekitar 525–570
Secara skor, AAS terlihat ringan. Namun seleksi utamanya ada di pengalaman kerja, kontribusi sosial, dan komitmen kembali ke Indonesia, bukan di nilai bahasa.
3. Chevening: Tidak Minta Skor di Awal, Tapi Tetap Wajib
Chevening tidak mewajibkan sertifikat bahasa Inggris saat pendaftaran beasiswa.Namun pelamar tetap harus memperoleh Unconditional Offer dari universitas UK, Artinya:
-Mayoritas kampus mensyaratkan IELTS 6.5–7.0, dan TOEFL iBT: 88 – 100
Chevening bukan tanpa syarat bahasa Inggris, melainkan memindahkan syarat tersebut ke tahap universitas.
4. Erasmus Mundus: Variatif, Tapi Cenderung Kompetitif
Erasmus Mundus tidak memiliki standar tunggal karena programnya bersifat joint degree lintas negara.
Secara umum:
-IELTS Academic: 6.5–7.0
-TOEFL iBT: sekitar 80–95
-Duolingo: 110 – 120 (tergantung konsorsium diterima di beberapa program. 
Karena persaingan internasional tinggi, skor bahasa Inggris sering jadi filter awal, dan banyak awardee memiliki skor di atas minimum.
5. Fulbright: Standar Tinggi dan Konsisten
Fulbright dikenal dengan standar bahasa Inggris yang ketat, khususnya untuk studi di Amerika Serikat.
Gambaran umum:
-IELTS: 6.5–7.0
-TOEFL iBT: 80–90+
-TOEFL ITP: 550–575
-Duolingo:  ≥ 125
Untuk jenjang doktoral, skor yang diminta umumnya lebih tinggi. Fulbright jarang memberi toleransi karena tuntutan akademik di kampus AS sangat tinggi.
6. Global Korea Scholarship (GKS): Paling Fleksibel
GKS tidak menetapkan skor bahasa Inggris sebagai syarat wajib beasiswa di tahap awal.
Namun, untuk program berbahasa Inggris, universitas tujuan biasanya meminta:
-IELTS: ≥ 6.0
-TOEFL iBT: 72–80
-TOEFL ITP:  ≥ 540
-Duolingo: sekitar 95–105
Dibanding beasiswa lain, GKS paling ramah bagi pelamar dengan skor belum ideal, selama memenuhi standar kampus atau mengikuti Language Training (1 tahun kursus bahasa Korea) jika sertifikat TOPIK Belum sampe level tertentu



Setiap tes punya karakter dan tujuan yang beda. Salah pilih tes sering bikin usaha terasa berat, padahal masalahnya bukan di kemampuan, tapi di ketidakcocokan format.
-IELTS → cocok buat target UK, Eropa, dan Australia, dengan fokus akademik yang cukup berat di speaking dan writing. Tes ini lebih cocok kalau terbiasa diskusi, argumentasi, dan ngerangkai ide secara lisan maupun tulisan.
-TOEFL iBT → lebih pas buat target Amerika Serikat atau kampus US-oriented. Karakternya kuat di reading dan listening panjang, jadi aman kalau  kuat di pemahaman teks akademik dan audio berdurasi lama.
-Duolingo English Test → paling fleksibel dan praktis, bisa dikerjain dari rumah dan hasilnya cepat. Cocok buat ngejar waktu, tapi perlu dicatat belum semua beasiswa dan universitas nerima Duolingo.
-SAT (English section) → umumnya relevan untuk S1, terutama admission ke kampus AS. Fokusnya bukan ke kemampuan komunikasi, tapi academic reasoning (reading comprehension dan writing berbasis logika), dan tidak menggantikan IELTS/TOEFL untuk sebagian besar beasiswa.
Tips & Trik Mengejar Skor Bahasa Inggris (Umum untuk Semua Tes)
Terlepas dari mau ambil IELTS, TOEFL, Duolingo, atau tes lain, pola ngejar skor yang efektif itu sebenarnya mirip. Yang beda cuma format, bukan dasarnya.

Fokus utama yang perlu dijaga:
-Benerin fundamental: grammar, vocabulary, dan listening exposure tetap jadi fondasi. Tanpa ini, skor gampang mentok walau sering latihan soal.
-Pakai template writing yang stabil: bukan buat menghafal mentah, tapi supaya alur jawaban konsisten dan nggak buang waktu mikir struktur.
-Rutin mock test + feedback: ini kunci. Latihan tanpa evaluasi cuma ngulang kesalahan yang sama.
-Gunakan test-oriented strategy: pahami pola soal, manajemen waktu, dan kriteria penilaian tiap skill, bukan cuma nambah materi.
-Atur timing tes supaya nggak tabrakan sama deadline beasiswa dan masih ada ruang buat retake kalau perlu.

Ingat, sertifikat bahasa hanyalah 'tiket masuk'. Jangan sampai langkahmu terhenti hanya karena salah strategi memilih jenis tes. Pilih yang paling sesuai dengan kelebihan-mu: apakah itu struktur kaku khas TOEFL atau interaksi aktif di IELTS?
Daftar bimbingan beasiswa sekarang dan susun jalur terbaik sesuai cabang, level prestasi, dan tujuan kuliahmu. Studev siap membimbing perjalanan studi internasional mu, hubungi team kami untuk konsultasi dan dapatkan pilihan program terbaik
CS 1 : https://studev.id/CS_1_STUDEV 
CS 3 : https://studev.id/CS_3_STUDEV