Struktur Motivation Letter yang Baik dan Benar

Bagikan:
Struktur Motivation Letter yang Baik dan Benar

Motivation letter adalah dokumen penting yang sering kali diperlukan saat melamar program studi, beasiswa, atau pekerjaan tertentu. Surat ini mencerminkan motivasi, tujuan, dan kualifikasi pelamar. Oleh karena itu, struktur motivation letter harus ditulis dengan baik dan benar agar mampu menarik perhatian pembaca. Berikut adalah panduan lengkap untuk menulis motivation letter yang efektif.


Struktur Motivation Letter yang Baik dan Benar


1. Header (Judul dan Detail Kontak)
Bagian atas surat harus mencantumkan judul yang sesuai dengan tujuan surat serta detail kontak. Detail kontak meliputi nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan tanggal penulisan surat. Hal ini memudahkan penerima surat untuk mengetahui identitas pengirim dan tanggal surat tersebut ditulis.


Contoh:
Jakarta, 22 Mei 2024
Yth. Panitia Seleksi Beasiswa ABC
Jl. Merdeka No. 123
Jakarta


2. Salutation & Introduction (Salam & Pengantar/Paragraf Pembuka)
Mulailah surat dengan sapaan formal, seperti "Yth. Bapak/Ibu" diikuti dengan nama penerima jika diketahui. Langsung ke pokok permasalahan dengan menyebutkan tujuan surat tersebut. Tujuan ini harus jelas dan spesifik agar pembaca langsung memahami maksud dari surat yang dikirimkan.


Contoh:
Yth. Panitia Seleksi Beasiswa ABC,
Dengan hormat, melalui surat ini saya ingin mengajukan permohonan beasiswa untuk melanjutkan studi di bidang Teknologi Informasi di Universitas XYZ.


3. Body (Isi)
Bagian isi adalah inti dari motivation letter. Di sini, jelaskan motivasi, tujuan, dan rencana yang akan dilakukan di masa depan jika diterima dalam program atau beasiswa tersebut. Paparkan kualifikasi dan prestasi yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir. Jelaskan pula mengapa kamu merasa sangat cocok menjadi kandidat yang tepat.


Contoh:
Sejak kecil, saya memiliki ketertarikan yang besar terhadap teknologi informasi. Ketertarikan ini saya kembangkan melalui berbagai kegiatan dan pencapaian akademis maupun non-akademis. Saya lulus dengan predikat cum laude dari Universitas ABC dengan jurusan Teknik Informatika. Selain itu, saya juga aktif dalam berbagai proyek pengembangan software yang telah memenangkan beberapa penghargaan tingkat nasional.


Motivasi saya untuk melanjutkan studi di Universitas XYZ adalah untuk memperdalam pengetahuan saya di bidang Artificial Intelligence dan Machine Learning. Saya yakin, dengan bimbingan para ahli di universitas ini, saya dapat mengembangkan solusi inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.


4. Conclusion (Penutup)
Penutup harus ringkas dan menegaskan kembali tujuan dan motivasi pelamar. Sertakan harapan dan komitmen untuk mengikuti program yang dipilih serta ajakan untuk berdiskusi lebih lanjut. Ucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.


Contoh:
Demikian surat permohonan ini saya sampaikan. Saya sangat berharap dapat diberikan kesempatan untuk bergabung dengan program beasiswa ini dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Terima kasih atas perhatian dan kesempatan yang diberikan.


Hormat saya,
[Nama Lengkap]



Tips Penting dalam Menulis Motivation Letter


Perhatikan Grammar dan Penulisan yang Jelas
Pastikan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar serta penulisan yang jelas dan mudah dipahami.


Hindari Singkatan dan Istilah Sulit
Gunakan bahasa yang resmi namun tidak bertele-tele. Hindari penggunaan singkatan atau istilah yang mungkin sulit dimengerti oleh pembaca.


Deskripsikan Kekuatan dan Keunggulan
Fokus pada pencapaian dan keunggulan yang relevan dengan program yang dilamar.


Periksa Ulang Sebelum Mengirim
Pastikan surat telah diperiksa dengan baik untuk menghindari kesalahan ejaan dan tata bahasa.


Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan kamu dapat menulis motivation letter yang efektif dan meyakinkan, sehingga meningkatkan peluang untuk diterima dalam program yang diinginkan.


Sekian, semoga membantu!